11 May 2026
Oleh Super Admin
Polman Kembali Dominasi Sapi Kurban Banmas Presiden
Konsistensi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar kembali mencuri perhatian. Untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut, daerah ini sukses menjadi penyumbang sapi kurban Bantuan Masyarakat (Banmas) Presiden dengan bobot terbesar di Provinsi Sulawesi Barat.Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan peternakan yang berkelanjutan, sekaligus hasil sinergi antara pemerintah daerah dan peternak lokal dalam meningkatkan kualitas ternak unggulan.Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Polewali Mandar, Mohammad Jumadil, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, sebanyak empat ekor sapi terbaik berhasil lolos seleksi ketat dari total 20 peserta. Seluruh sapi yang mengikuti seleksi dinilai memenuhi standar kesehatan dan bobot yang telah ditentukan.“Dari empat sapi terpilih, satu ekor dengan bobot tertinggi akan disiapkan untuk kurban tingkat provinsi. Sementara tiga lainnya akan disalurkan ke kabupaten lain yang belum memiliki sapi dengan standar minimal 800 kilogram,” jelasnya, Selasa (5/5/2026).Sapi-sapi unggulan tersebut berasal dari berbagai kecamatan, seperti Luyo, Wonomulyo, Mapilli, Tapango, Limboro, hingga Tinambung. Tingginya partisipasi mencerminkan meningkatnya kesadaran peternak dalam menghadirkan ternak berkualitas.Empat peternak yang lolos seleksi seluruhnya berasal dari Kecamatan Wonomulyo, yakni Muh. Nur dari Desa Sumberjo dengan sapi “Bagong” berbobot 1.150 kilogram, H. Iskandar Ngani dari Desa Sugihwaras dengan sapi “Bima” berbobot 1.053 kilogram, Muhammad Yusuf dari Desa Bumimulyo dengan sapi “Blecki” berbobot 1.011 kilogram, serta Andrian Henri Prayoga dari Desa Sugihwaras dengan sapi “Arjuna” berbobot 960,3 kilogram.Menurut Jumadil, capaian ini tidak lepas dari peran strategis para inseminator yang menjadi ujung tombak dalam menghasilkan sapi berkualitas melalui teknik pembibitan yang terukur dan berkelanjutan.Sebagai langkah antisipatif, pemerintah daerah turut melibatkan aparat kecamatan dan desa untuk melakukan pengawasan intensif terhadap sapi-sapi terpilih hingga waktu penyembelihan, guna memastikan kondisi kesehatan tetap optimal.Program sapi kurban Banmas Presiden ini diharapkan mampu mendorong lahirnya peternak profesional, termasuk generasi milenial yang mampu mengelola usaha peternakan secara modern. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan kualitas ternak, tetapi juga nilai ekonomi masyarakat.Dalam waktu dekat, tim dari Kesekretariatan Kepresidenan dijadwalkan melakukan penawaran harga kepada empat peternak terpilih secara daring, sebelum proses administrasi dilanjutkan di tingkat provinsi hingga penetapan final.Momentum ini menegaskan bahwa keberhasilan sektor peternakan tidak hadir secara instan, melainkan melalui kerja kolektif yang konsisten. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat dukungan sarana dan prasarana bagi petugas dan peternak agar prestasi ini terus berlanjut di masa mendatang.Warta Kominfo SP Polewali Mandar